Lidahku kelu
saat melihat wajah itu.
Tak mampu kuuntai kata-kata jadi satu.
Selalu begitu.
Rasa itu muncul ke permukaan.
Sangat tiba-tiba, tak ada dugaan.
Rasa itu menjelma dalam diri sang lelaki pujaan.
Tak mampu kuuntai kata-kata jadi satu.
Selalu begitu.
Rasa itu muncul ke permukaan.
Sangat tiba-tiba, tak ada dugaan.
Rasa itu menjelma dalam diri sang lelaki pujaan.
Datanglah!
Ku siap merengkuh.
Ku siap menghapus peluh.
Jika itu yang kau butuh.
Ku siap merengkuh.
Ku siap menghapus peluh.
Jika itu yang kau butuh.
Dan aku,
Selalu ingin kamu.
Itu saja.
Selalu ingin kamu.
Itu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar