Jumat, 15 Agustus 2014

(puisi tanpa judul)



Sepi. Disini sepi.
Gelap. Sunyi.
Kosong. Disini pemandangan kosong.
Terhimpit tembok-tembok yang retak bolong.
Seperti itu hati perempuan ini.
Hati yang tak bertuan ini.

Maka ia coba pergi.
Menjauh dari belenggu sepi.
Mencari sang tuan hati.
Tapi ia terjebak ruang sunyi.
Tak bisa pergi.
Tak bisa mencari.

Perempuan ini hanya bisa menanti. Menanti. Menanti.
Dan berharap kelak
Tuan hati kan datang mencari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar